Rindu

/
0 Comments
                Hai kamu, maaf aku tidak selalu ada saat itu, maaf tidak bisa meluangkan waktu ku meski hanya sebentar, penyesalan memang selalu datang terakhir, kalau diawal namanya pendaftaran, itu yang teman ku bilang.
Aku… bingung harus berkata apa lagi, kita memang tidak tahu kapan ajal menjemput, ini terasa tidak adil aku bahkan tidak sempat mendengar suara mu untuk yang terakhir kalinya, yang kudapat hanya sebuah emoticon senyum yang terakhir kau kirimkan pada ku waktu itu. Kadang rasanya aku seperti ingin menyusul mu, tapi aku tahu kau tidak akan menyukainya, tapi ini terasa sangat sakit, jauh didalam tubuh ku seperti ada yang membunuh ku perlahan, tidak ada seorangpun yang mengetahuinya, tidak ada seorangpun yang dapat menolong ku, hanya kamu yang dapat membuat luka ini menghilang.
                Aku selalu menatap langit senja, membayangkan waktu yang telah kita lewati bersama, meskipun hanya sebentar, tapi itu adalah hal yang berharga untuk ku.
Di jepang ada sebutan kataware-doki, senja atau kondisi saat bukan sore atau malam keadaan saat garis dunia menjadi samar dan mungkin bisa bertemu sesuatu yang bukan manusia, itu alasan mengapa akhir-akhir ini aku lebih suka pulang berjalan kaki menuju taman di pinggir sungai buatan, menunggu waktu senja, berharap kau muncul menemui ku, banyak hal yang ingin kubicarakan dengan mu, kau tahu.. orangtua ku sudah bercerai hal itu semakin membuat ku susah untuk menjalin hubungan yang lama, rasa takut akan kehilangan, rasa takut untuk percaya, takut hal yang sama akan terulang kembali.

Sebenarnya masih banyak hal yang ingin ku katakan, namun kurasa cukup sampai disini, aku takut tenggelam dalam kerinduan ini, yang akan membuatku mengabaikan segala hal, dan memaksa ku untuk menyusul dirimu.


You may also like

No comments: