Welcome to my blog, tujuan gua buat blog ini buat nge-share cerita buatan gua, anyway selamat menikmati cerita-cerita gua yang absurd dan jangan lupa beri kritik dan saran.
Pengunjung yang baik selalu meninggalkan komentar :)

TommyRv
Udah lama gak upload... sorry banget project besar yang gua janjiin. hilang dan gua gak ada backupan sama sekali. mau ketik ulang pun gua udah lupa sama cerita awal, karna itu project dah gw kerjain dari tahun 2014, dan sering gw rombak. atau edit ulang. baru 5 bab sih. sekarang gw harus ikhlasin dan mulai cerita baru dari nol. maaf juga untuk cerita-cerita lama gua masukin draf karna menurut gua kurang layak dipublikasikan

promosi sekalian Follow twitter gua ya @tommy_rv , follback ? mention aja. ramaikan :D
            Hembusan angin yang sejuk, hangatnya sinar mentari adalah hal yang membuat ku tenang. Hanya duduk merenung, menikmati setiap detik ketenangan hari senja. Untuk taman sebagus ini kurasa aneh jika tidak ada sama sekali orang yang berkunjung. Yah, meskipun hanya ada beberapa bangku dan  wahana untuk anak-anak. Menurut ku tidak terlalu buruk, karna yang kubutuhkan hanya bangku ini, bangku yang menghadap langsung ke sungai. Meskipun airnya tidak sejernih sungai di luar negri, bagiku bisa melihat sungai mengalir saja sudah membuatku tenang. Ditambah dengan hembusan angin yang sejuk dan hangatnya sinar matahari. This is my quality time. Susahnya memiliki waktu untuk menyendiri, membuatku selalu meluangkan waktu ke taman ini. Bahkan di kamar ku sendiri pun aku tidak bisa mendapatkan ketenangan. Banyak orang yang mengatakan hidup itu seperti aliran sungai, kau hanya harus mengikuti arusnya saja. Namun, kau memiliki pilihan untuk melawan arus. Dengan satu kondisi, kau harus siap merasakan sakitnya melawan arus. Untuk orang yang memiliki mental lemah seperti ku, entah aku ini bodoh atau apa. Dari kecil hidup ku selalu melawan arus, bahkan aku mengingat semua luka akibat perbuatan ku. Lebih banyak kerugian dari pada keuntungan saat ku melawan arus, namun aku masih belum menemukan apa yang ku cari selama ini. Bahkan aku tidak tahu apa yang kucari selama ini, meskipun aku tahu bahwa rasanya sakit sekali saat melawan arus namun selalu kucoba dan kucoba lagi. Inilah rutinitas ku. Duduk dibangku menikmati aliran sungai entah apa yang kutunggu, sebuah wahyu dari tuhan ?, kurasa bukan. Namun aku sangat menikmati setiap detik momen disini.
 “Hei,” lamunan ku terhenti karna seseorang baru saja menepuk bahu ku. Setelah membalikan tubuh yang terlihat sesosok wanita asing yang entah aku pernah bertemu atau tidak. “Hallo, kamu Rio kan ?” sepertinya dia mengenalku. Teman SD , Smp, atau SMA ?. aku bahkan sudah tidak bisa menghafal nama-nama mereka “Ma-maaf, mba siapa ya ? kenal saya dari mana ?” jujur saja meskipun wajahnya tampak asing namun aku sedikit familiar dengan suaranya. “Kamu ini gak berubah ya dari dulu, lupaan orangnya. Kapan tuh memori otak mau diupgrade-hahaha...” ha ha ha sangat lucu, dia tertawa oleh lawakannya sendiri. Bahkan aku tersenyum pun tidak. “cangkok otak mahal mba. Saya aja kerjaan cuma bantu orangtua di warung” ku jawab dengan sedikit senyuman dan ucapanku membuatnya semakin terbahak-bahak.
“hahahaha-aduh kamu ini masih aja kayak dulu. Tapi sikap dinginnya udh ngurang sih” haah ? dingin ? es batu kali ah dingin. “di-dingin ?, sejak kapan saya dingin mba”
“Ya, kamukan biasanya kalau sama orang asing tuh dingin banget. Kalau diajak ngobrol pun jawaban mu kalau gak pedes ya singkat, padat, dan jelas.”
“A-anu mba, maaf sebelumnya. Tapi pertanyaan saya belum dijawab”
“Ohh iya, maaf-maaf. Aku Aisyah, masih inget gak ?. Dulu kita satu smp, pernah sekelas. Walaupun Cuma setahun sih” Aisyah ?, berapa banyak orang bernama aisyah yang sudah aku temui. “Maaf mba, saya gak inget yang namanya aisyah banyak mba saya jadi bingung” ucap ku sambil menggaruk kepala ku yang gatal pun tidak. “Iya gapapa, aku maklumin kamu kan RIO jadi ya wajar aja kalau gak inget-hahaha...” kenapa dia selalu menjadikan kebiasaan lupaku sebagai lawakan. “Oh iyaa, aku liat dari belakang kamu serius banget tadi. Liatin apa sih ? kayaknya seru.” Tentu saja seru... bagi ku. Mungkin aku akan dianggap semakin aneh kalau aku cerita.
“Cuma ngeliat aliran sungai aja”
“hhhmmm... kenapa emang sama aliran sungainya sampai seserius itu kamu merhatiinnya. Perhatiin akunya kapan ?” ha ha ha wanita ini suka sekali bercanda ya “gak ada apa-apa sih. Cuma entah kenapa bikin saya tenang aja, kayak semua beban tuh dibawa sama arus sungai dan-“ ..aku harus melawan arus lagi. “Dan apa ?”
“eh enggak kok mba, bukan apa-apa. Mba gak pulang ? udah mau malam juga” kumohon jangan membahasnya lagi, nanti malah dibilang curcol.
“gaak, kamu aja belum jawab pertanyaan aku!” ucapnya dengan nada kesal. “Dan apa ?. bener bukan apa-apa kok mba, itu kelebihan mulutnya aku ini kalo ngomong suka gak ada rem”
“Bukan itu. Ka-,“ Ka- ? kambing ?. “Kapan perhatiin akunya ?” dia menunduk setelah mengucapkan itu. Memandangi kedua tangannya yang terdiam diatas pahanya. “ha-hahaha... mba bisa aja becandanya, jadi ngakak sayanya” serius ini becandaan paling cruncy kayak Kaefcih. Dia tetap menunduk tanpa berkata apapun.”Mb-mba serius nanya ?” dia hanya menjawab dengan sebuah anggukan. Oke sekarang aku yang tidak bisa berkata apa-apa. Kita pun baru bertemu beberapa menit yang lalu. Ini pasti trap. Ya, pasti ada kamera-man yang sedang bersembunyi disekitar sini “M-mba ?, ini acara TV atau Yusup gitu yaa ?” masa iya wanita secantik dia. Maunya diperhatiin sama orang seperti ku. Seratus persen ini pasti jebakan. “be-beneran kok. Kamu gak liat nih muka aku udah merah gini nahan malu” gimana saya mau lihat mba. Kalau mba saja dari tadi nunduk. “Iy-Iyadeh, saya perhatiin...”
“TAPI BO’ONG!-HAHAHA...” Aku terdiam, melihatnya asik menertawakan ku. Satu persatu, kru wanita ini mulai berdatangan. Salah satunya menjelaskan kepada ku, kalau ini hanya acara mingguan untuk acara Channel Yusup, Aisyah Dirtanegara yang judulnya Godain Cowo Nganggur Part-**. Padahal aku kan bukan pengangguran. Aku bantu orangtua dagang di warung kok. “ha-hahaha... saya kira tadi beneran. Keren-keren cewenya jago banget aktingnya” sedikit kusindir dengan senyuman.
“iyaa dong. Siapa dulu, Aisyah Dirtanegara...” ucapnya dengan nada suara yang dapat membuat ku kesal. “By the way, soal kita pernah satu sekolah. Itu gak akting kok, kita emang pernah satu sekolah dan satu kelas. Awalnya sih gue gak ngira kalau lu itu si RIO aneh yang kerjaannya diem, acuh sama keadaan sekitar.” Wow, ada apa dengan perubahan sikapnya. Kemana wanita yang ramah, humoris, dan pemalu tadi. “Ma-maaf ya mba, tapi saya tetap gak ingat...”
“Ah, udah-udah lagian gak penting juga. Pokoknya sekarang lu lupain kejadian barusan. Nih bayaran lu, cukup kan ?” dia memberiku seratus ribu rupiah. Pepatah bilang rezeki gak boleh ditolak- “Eitss... dan satu hal lagi. Stop panggil gua MBA. Emangnya gua udah mba-mba apa ?. gua itu masih cute. udah lu panggil mba-mba, nih duitnya” ini perempuan maunya apasih. Aku kan cuma berusaha sopan aja. Ku ambil uangnya walaupun gensi sih “Iyaa maaf kak-“
“Kak. Kak. Emangnya gua kakak lu ?. panggil aja Aisyah, ngerti ?” kenapa sih cowok ditakdirkan serba salah... Kenapa!.”Iyaa A-Ai”
“Ai ? AI !? heh, denger ya sejak kapan kita pacaran. Belum lama ketemu lagi aja udah berani panggil Ai. Ai.” Ya tuhan, kenapa kau menciptakan wanita dengan sifat serumit teori atom.”Oke-Oke, Aidi aja gimana ?”
“Aidi ?, dari mana Aidinya nama gua ?” ucapnya
“Ya.. kan nama mu itu Aisyah Dirtanegara. Ku singkat jadi Aidi, gapapa kan ?” Oke, aku sudah siap dengan omelan selanjutnya. Here we gooo!~
“hhmm... Kreatif sih... yaa gapapa deh, Bagus kok. Ok, thanks buat kerjasamanya ya, Adios.” Loh, padahal aku kira dia bakal ngomel lagi. Selamat-selamat. Ada yang aneh, dia tampang orang arab tapi salam bahasa spanyol. Biasanya mah, assalamualaikum. Ada-ada aja deh generasi sekarang.



Tester, viewers 30+ lanjut sampai selesai